Kamis, 19 September 2013

Parade Jurnalistik

Hello guyyys! Gimana? Masih pada semangat belajar dan tahu lebih banyak tentang broadcasting kan? Nah kali ini kita pengen share event kita. Apa sih? PARADE JURNALISTIK! Event ini termasuk event baru buat JOBS. Parade Jurnalistik terbagi menjadi 2 event.

Pertama, Workshop Republika Online. Melalui Workshop ini kita diharapkan bisa lebih mendalami dan memahami dunia tulis-menulis dan gimana sih nge-upload ke portal online yang udah disediakan Republika Online. Ngga hanya itu. Kita juga beajar gimana cara mengambil gambar yang baik dan benar sesuai dengan tema yang mau kita angkat di dalam tulisan kita. HTM nya cuma Rp 50.000,- aja dan udah bisa ngedapetin snack, lunch, sertifikat, pulpen, dan hadiah menarik yang masih jadi ra-ha-si-a! :)) Acara ini dimulai dari pukul 09.00 WIB di Hari Kamis, 26 September 2013. Di mana? Di Auditorium Fakultas Psikologi UPI Y.A.I Lantai 10. Jangan lupa membawa laptop dan modem yaaa!!!

Kedua, kita punya Bedah Buku Broadcast Undercover bersama Brilianto. K. Jaya. Siapa sih doi? Doi tuh produser Metro TV. Dan Mas Bril bakal sharing banyak hal tentang cerita di balik para broadcaster sesungguhnya. Selain itu, kita juga nmendapatkan Seminar Public Speaking Bersama Sindhi. D. Savira. Nah ini siapa lagi sih? Mbak Sindhi ini adalah presenter kondang, dosen public speaking, dan public speaker internasional di bawah naungan Toastmaster. Wohoooo keren banget ngga sih? HTM nya cuma Rp 100.000,- dan udah termasuk snack, sertifikat, buku Broadcast Undercover, map, notes, pen, daaaan doorprize! Masih di tempat yang sama, yaitu Auditorium Fakultas Psikologi UPI Y.A.I Lantai 10. Acara ini dimulai dari pukul 09.00 WIB di Hari Sabtu, 28 September 2013. 

Buat yang berminat bisa langsung kontak ke akun twitter kita di @JOBS_YAI ya ;)) 

Minggu, 08 September 2013

Jurnalis itu apasih? Gimana caranya?

Menjadi jurnalis (To be A journalist) haruslah sebuah panggilan hidup. Mengapa? Karena jika seorang jurnalis melakukannya karena terpaksa atau sekedar pekerjaan sambilan, ketika ada masalah ia menjadi bagian dari masalah, bukan pemecah masalah, ketika ada ketidak benaran ia tidak mengungkapkan kebenaran, ketika ada godaan dalam tugas ia cepat terlarut di dalamnya dan ketika ada tantangan dalam tugas ia pasti lari meninggalkan tugasnya. Itulah jurnalis yang bukan karena panggilan hidupnya. Lalu apa yang bisa diharapkan dari seorang jurnalis seperti itu, padahal tugas seorang jurnalis adalah melakukan, mengungkapkan dan memperjuangkan kebenaran.


Ada 3 sebutan yang berbeda untuk sebuah profesi yang sama, yaitu Jurnalis, Wartawan dan Reporter. Ketiga sebutan ini sebenarnya punya makna yang sama, yaitu sebuah profesi yang tugasnya mencari, mengumpulkan, menyeleksi dan menyebarluaskan informasi-informasi kepada khalayak melalui media massa.

Di Indonesia, sebutan wartawan identik dengan mereka yang bekerja di media cetak, reporter cenderung digunakan untuk media massa televisi dan radio, sementara sebutan jurnalis untuk wartawan asing.


10 persyaratan menjadi jurnalis :

1. Berakhlak
    Artinya memiliki kepribadian yang jujur, adil, netral, berperi kemanusiaan, tidak provokatif    dan menghargai prinsip praduga tidak bersalah terhadap suatu kasus hukum.

2. Memiliki keberanian
    Keberanian merupakan persyaratan penting untuk menjadi jurnalis atau wartawan atau reporter. Karna bagaimanapun cerdas dan jujur apabila tidak disertai dengan keberanian untuk mengungkapkan kebenaran maka ia akan menjadi wartawan atau jurnalis yang sia-sia.

3. Dapat dipercaya
    Artinya ketika orang mengetahui bahwa dihadapannya adalah seorang wartawan maka ia akan merasa senang karena ada jurnalis yang dapat dipercaya untuk mengungkapkan kebenaran.

4. Memiliki tingkat kecerdasan yang cukup
    Seorang jurnalis pasti selalu menulis berbagai topik, berbagai masalah atau kasus dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda pula. Maka dari itu wartawan dituntut menguasai atau setidaknya paham dengan topik yang akan dibahasnya.

5. Berwawasan luas
    Artinya, seorang jurnalis dituntut banyak membaca buku, surat kabar, majalah, tabloid, jurnal, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa asing, banyak mendengarkan radio, menonton televisi, baik dalam negeri maupun luar negeri.

6. Komunikatif (Mudah Bergaul)
    Mudah bergaul berarti memiliki 'Human Relations' yang baik. Dengan demikian, seorang jurnalis dapat mengenal dan dikenal banyak orang.

7. Mampu berbahasa Indoneaia dengan baik
    Tanpa mampu berbahasa Indonesia dengan baik, seorang wartawan atau jurnalis atau reporter akan sulit membuat naskah berita atau laporan dengan baik.

8. Menguasai bahasa Asing
    Seorang jurnalis akan memiliki banyak kemudahan dalam bekerja. Disamping ia dapat berkomunikasi dengan orang asing, ia juga dapat kemudahan dalam membaca, mendengarkan siaran asing dan menonton televisi asing.

9. Memiliki suara khas reporter (Media TV atau Radio)
    Khusus untuk media televisi dan radio diperlukan persyaratan tambahan yaitu memiliki suara khas reporter, yaitu suara yang cukup berwibawa. Agar ketika menyampaikan informasi akan terdengar jelas dan membawa penonton dan pendengar kepada suatu perasaan meyakinkan.

10. Bertahan dalam situasi stress
       Setiap hari seorang jurnalis dipastikan akan selalu bergelut dengan berbagai hal dan masalah. Oleh karena itu, seorang wartawan haruslah orang yang tidak mudah stress atau orang yang mampu bertahan dalam situasi stress serta mampu mengatasi situasi stress.



Gimana bahasan di atas. Menarik bukan? Sekian bahasan kita kali ini. Disambung lain waktu yaaa. Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca. Semoga bertambah ilmunya. Byeee:))





Sumber : 'To be A Journalist' - Jani Yosef