Jumat, 21 Maret 2014

LAUNCHING JOBS E-MAGZ EDISI 1

Yeaaaay! Akhirnya setelah melalui proses yang panjang, JOBS E-MAGZ atau majalah online JOBS akhirnya diluncurkan pada tanggal 20 Maret 2014 di Gedung Fikom Ruang 410. Acara yang bertemakan “Launching JOBS E-MAGZ EDISI 1” ini dihadiri oleh BEM, SENAT, SEMA,  HMJ, UKF, UKM dari Universitas Persada Indonesia Y.A.I.  Acara yang berlangsung selama ±1,5 jam ini diawalai dengan sambutan Manajer dan Wakil Manajer JOBS yaitu Kartika Ratnasari dan Fajar Ramadhan. Dalam sambutannya, Manajer JOBS sekaligus meluncurkan OFFICIAL BBM for JOBS yang berfungsi sebagai pendekatan kepada Mahasiswa/I UPI Y.A.I yang ingin memberikan saran, kritik, karya, dll. 

Manajer dan Wakil Manajer memberikan sambutan


Setelah Manajer dan Wakil Manajer memberikan sambutan, giliran salah satu dari Pimpinan Redaksi  dari JOBS E-MAGZ yaitu Sarza Desianti Fahmi yang memberikan sambutan. Dalam sambutannya, pimred mengatakan rasa bangga nya karena JOBS E-MAGZ akhirnya telah terbit. "Dengan rasa syukur yang datang dari hati, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para crew yang telah terlibat dan para undangan yang hadir dalam acara ini, sehingga terbitnya majalah ini bisa memberikan inovasi terbaru untuk kita semua" kata pimred JOBS E-MAGZ, Sarza.  
Pimpinan Redaksi memberikan sambutan


Sesudah sambutan-sambutan, dan pengenalan apa itu HMJ JOBS, tibalah acara inti yaitu launching JOBS E-MAGZ yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Manajer, Wakil Manajer, dan Pimpinan Redaksi. Dengan dipotongnya pita ini, merupakan symbol bahwa telah diluncurkannya inovasi terbaru dari HMJ JOBS untuk selurh mahasiswa/I UPI Y.A.I. Setelah acara pemotongan pita, tim Publikasi HMJ JOBS mulai mempresentasikan tentang JOBS E-Magz.
Manajer memotong pita




Tim Publikasi menjelaskan tentang JOBS E-MAGZ



E-Magz yang terdiri dari 10 rubrik dan terbit setiap 3 bulan sekali setiap tanggal 20 ini menghadirkan banyak rubrik yang mengulas tentang jurnalistik dan broadcast. Contohnya saja seperti Maju Titik atau kepanjangan dari Materi Jurnalistik ini mengulas tentang hal-hal yang berhubungan dengan jurnalistik. Begitu juga dengan Broadcast Corner yang menghadirkan tentang komunitas broadcast yang ada diluar kampus UPI Y.A.I . Untuk edisi berikutnya, tim publikasi menjelaskan akan menambahkan 2 rubrik, yaitu #TROPIKA dan Promosi. #TROPIKA sendiri adalah singkatan dari Trending Topik Kampus yang mengajak interaksi para followers JOBS YAI. #TROPIKA sendiri nantinya akan dipilih berdasarkan saran dari para teman-teman JOBS YAI di kampus UPI Y.A.I . Kepada followers yang beruntung, bisa mendapatkan pulsa 10K dan Trending Topik yang diusulkan akan dibuatkan artikel oleh crew dari JOBS E-MAGZ ini. Tidak hanya itu, JOBS E-MAGZ juga menghadirkan rubrik untuk para mahasiswa/I UPI Y.A.I yang ingin menampilkan karyanya di rubric KARMA atau Karya Mahasiswa. Dalam rubric ini, mahasiswai UPI Y.A.I bebas untuk mengirimka karya ke kontak JOBS YAI, dan setelah melewati seleksi, karya yang telah dikirimkan akan dimuat dalam rubric KARMA ini.
Keren bukan JOBS E-MAGZ ini? Untuk kalian yang tidak hadir dalam launching kemarin, jangan khawatir, karena JOBS E-MAGZ EDISI 1 ini bisa di download secara gratis!!! :D
Kalia bisa download disini
Cara downloadnya:
1.      Klik link diatas
2.      Tunggu 5detik, Klik SKIP AD
3.      Klik Download
4.      Nikmati majalah Online nya :D


JOBS E-MAGZ EDISI 1 ini bisa di download di BlackBerry, iOs, Android, atau PC.
SELAMAT MENIKMATI







Senin, 28 Oktober 2013

Tips Membeli Handycam / Kamera Video Bekas

Tips Membeli Handycam / Kamera Video Bekas
1. Cek kondisi fisik terutama, lensa, LCD, periksa apakah ada death pixel
 
2. Periksa fungsi2 utama kamera : zoom in/out, fokus, iris, filter, viewfinder
 
3. Open menu, cek lifetime kamera. Secara normal kondisi pemakaian standart kamera lebih kurang 500 jam dalam setahun.
 
4. Cara paling mudah untuk mengetes kondisi head kamera adlh : setting kamera pada posisi LP (Long Play) kemudian record selama 5 menit (record dan goyangkan kamera kanan kiri, atas bawah) kemudian play. Jika lancar berarti kondisi Head kamera cukup baik. Apabila terjadi scratch berarti kondisi Head sudah lemah. Tapi sebaliknya jika direkam posisi SP (Short Play) it's OK.
5. Periksa juga kondisi audio antara Channel 1 / 2 , Penting !! Karena audio lah yang membuat gambar kita kita 3 dimensi
 
6. Periksa output / input konektivitas kamera : dvi/firewire, RCA ke tv, microfon, USB dan perangkat penghubung yang lain

TAHAPAN PRODUKSI SIARAN TELEVISI

I.              PROSES PRODUKSI SIARAN TELEVISI

Dalam Proses pembuatan sebuah film atau siaran acara televisi,terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan,yang mana tahapan-tahapan ini sangat penting dan berpengaruh terhadap hasil sebuah siaran yang akan ditayangkan. Adapun tahapan-tahapan tersebut di antara lain :
A.    Pre Production Planning

Praproduksi adalah salah satu tahap dalam proses pembuatan film. Pada tahap ini dilakukan sejumlah persiapan pembuatan film, diantaranya meliputi perencanaan, menentukan ide,menentukan jadwal pengambilan gambar, mencari lokasi, menyusun anggaran biaya, mencari/mengaudisi calon pemeran, mengurus perizinan, menentukan staf dan kru produksi, mengurus penyewaan peralatan produksi film, dan juga persiapan produksi, pasca-produksi serta persiapan-persiapan lainnya.
 
1.      IDE

Ide sebuah cerita yang akan dibuat menjadi program video dan televisi dapat diambil dari cerita yang sesungguhnya (true story) atau non fiksi dan rekaan atau fiksi. Banyak sekali sumber ide yang dapat dijadikan inspirasi untuk menulis sebuah script video dan televisi. Misalnya, novel, cerita nyata, dan lain-lain.
Di samping itu Riset sangat diperlukan setelah Anda telah menemukan sebuah ide yang akan dibuat menjadi sebuah program. Riset dalam konteks ini adalah suatu upaya mempelajari dan mengumpulkan informasi yang terkait dengan naskah yang akan  ditulis. Sumber informasi dapat berupa buku, koran atau bahan publikasi lain dan orang atau narasumber yang dapat memberi informasi yang akurat tentang isi atau substansi yang akan ditulis.

Setelah memahami hasil riset atau informasi yang terkumpul, anda dapat membuat kerangka atau outline dari informasi yang akan Anda tuangkan menjadi sebuah script. Outline pada umumnya berisi garis besar informasi yang akan Anda akan tulis menjadi sebuah script.

Langkah selanjutnya adalah membuat sinopsis atau deskripsi singkat mengenai program yang akan Anda tulis. Sinopsis dan outline akan membantu  memfokuskan perhatian Anda pada pengembangan ide yang telah Anda pilih sebelumnya. Penulisan sinopsis harus jelas sehingga dapat memberi gambaran tentang isi program video atau televis yang akan kita buat.

Menulis naskah harus didasarkan pada rencana yang telah dibuat yang meliputi outline, synopsis dan treatment. Seorang penulis harus memiliki kreatifitas dalam mengembangkan treatment menjadi sebuah naskah. Treatment yang ditulis dengan baik merupakan fondasi yang kokoh yang diperlukan untuk menulis sebuah naskah. Sebuah treatment harus berisi deskripsi yang jelas tentang lokasi,waktu, pemain, adegan dan property yang akan direkam ke dalam program video. Treatment juga menggambarkan tentang sistematika atau sequence program video atau televisi yang akan diproduksi.
Penulisan sebuah naskah harus didasarkan pada treatment yang dibuat. Walaupun dalam menulis naskah penulis dapat melakukan perubahan, tapi sebaiknya perubahan yang dilakukan tidak merupakan perubahan yang bersifat substantif. Perubahan sebaiknya bersifat kreatif dan tidak mengubah substansi program. Oleh karena itu treatment harus kokoh dan jelas. Dalam menulis Penulis harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan naskah yang benar.

Draf naskah yang telah selesai ditulis perlu ditelaah untuk melihat kebenaran substansinya dan juga cara penyampaian pesannya. Draf naskah harus ditelaah oleh orang yang mengerti substansi isi program (content expert) dan ahli media (media specialist).

Finalisasi naskah merupakan langkah akhir sebelum naskah diserahkan kepada produser dan sutradara untuk diproduksi. Naskah final merupakan hasil revisi terhadap masukan-masukan yang diberikan oleh content expert dan ahli media.

2.   PERENCANAAN

Dalam proses produksi sebuah siaran televisi,unsur perencanaan harus ada, agar langkah-langkah yang akan dilakukan akan menjadi mudah dan terarah.karena sudah adanya perencanaan . Adapun hal-hal yang ada dalam sebuah perencanaan antara lain :
a.    Stafing/ Crew
Pembentukan sebuah staf atau crew  yang benar-benar berkopeten dengan bidang dan kemampuannya.dalam hal ini seorang produser program hendaknya benar-benar memperhatikan dalam penentuan crew yang benar-benar layak untuk dipilih,hal ini bertujuan untuk menciptakan sebuah team yang soulit.

b.    Budgeting/Biaya
Budgeting atau biaya juga harus benar-benar sudah diperhitungkan dalam sebuah perencanaan,hal ini bertujuan untuk menentukan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi Program siaran tersebut.

c.    Menentukan Waktu
Menentukan waktu atau menyusun scedul produksi,hal ini bertujuan agar proses produksi lebih terarah. Dan selesai pada waktu yang telah ditentukan.


d.    Rapat Crew
Kegiatan ini merupakan bagian dari Perencanaan dari Proses sebuah Produksi Siaran Televisi,yang mana bertujuan agar seluruh crew benar-benar paham dan mengerti dengan apa yang akan dikerjakannya.oleh karna itu dilakukannya tapat crew yang bermaksud untuk memberi arahan sebelum dilakukannya shooting.



3.   PERSIAPAN

Setelah melewati tahap perencanaan,yang mana seperti yang telah dijelaskan di atas,maka tahap selanjutnya adalah Persiapan.
Pada tahap persiapan ini,semua tim harus mempersiapkan segala sesuatu yang butuhkan sebelum shooting atau proses pengambilan gambar berlangsung. Baik dari segi Peralatan,operasional dilapangan,dan lain sebagainya. Namun tak lepas dari itu semua, terdapat dua hal penting yang harus dipersiapkan,yaitu Breakdown dan Shooting Script.


a.      Breakdown

Merupakan sebuah tabel kegiatan yang mana berisi tentang jadwal kegiatan shooting berlangsung dan lengkap dengan penanggung jawab,dan properti apa saja yang dibutuhkan,serta tanggal dan jam kegiatan dilaksanakan.
Breakdown ini berfingsi sebagai panduan untuk mempermudah setiap team memahami dan mengerti akan apa saja yang harus ia kerjakan dan ia persiapkan,sehingga dengan adanya breakdown ini pekerjaan akan lebih terarah dan berjalan rapi karena sudah ada susunan kegiatan yang sudah diatur.



b.      Shooting Script

Shoting script memiliki sedikit kesamaan dengan breakdown,hanya saja pada shooting scrip hanya berisi kumpulan dari setiap shine,yang telah dikelompokkan –kelompokkan berdasarkan lokasi shootingnya.hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pengambilan gambar sehingga tidak rumit dan berpindah pindah.
Disamping itu, di dalam shooting screapt juga berisi tentang instruksi-instuksi angel/sudut pengambilan gambar, seperti long shoot,medium shoot.closeUp,Penlife,penright dan lain lain-lain .yang tentunya sudah disesuaikan dan diselaraskan dengan alur cerita /naskah.


B.     Set Up And Rehearsel

           Tahapan ini disebut juga dengan  tahap Pengesetan ,yang mana seluruh hal-hal yang berhubungan dengan teknis  dilapangan baik dekorasi tempat, tatacahaya, tatasuara dan kamera. Seluruhnya harus melalui proses pengesetan atau diatur agar sesuai  terhadap konsep yang telah ditentukan dalam breakdown, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan teknis dilapangan.
            Di samping itu, dalam tahap ini juga dilakukan gelade atau latihan. Di sini seluruh artis yang akan berperan dalam naskah dilatih sesuai dengan karakter (Blocking Artis)yang tertulis dalam naskah. Blocking alat dan lain sebagainya.



C.    Production
Proses pengambilan gambar dari setiap scene yang talah dituankan ke dalam shooting screapt berdasarkan naskah yang ditulis, di sinilah ujung penentu baik tidaknya sebuah produksi  dilihat dari proses produksi tersebut. Maka  peran sutradara dan semua team sangan menunjang dalam penyelesaian suatu produksi siaran



D.    Pasca Production
Pasca Produksi merupakan sebuah tahapan akhir dari dari sebuah produksi siaran televisi, namun di dalam tahap pasca produksi ini terdapat beberapa proses lagi di antaranya :
Ø  Editing
Merupakan penggabungan dari beberapa scene yang telah dishooting pada saat tahap produksi,yang mana disusun dan disesuaikan dengan naskah .

Ø  Mixing
Merupakan rangkaian dari proses editing ,yang mana dalam tahap ini hasil editing di beri sound,atau suara baik berupa beck sound maupun narasi.

Ø  Revew
Memutar ulang hasil produksi,yang mana bertujuan untuk dikaji ulang kembali ,guna mengantisipasi akan terjadinya kesalahan-kesalahan pada saat tahap-tahap sebelumnya.

Ø  Revisi
Memperbaiki dan menyempurnakan hasil produksi yang ada,apabila terdapat perubahan-perubahan yang dihasilkan dari proses revew di atas.

Ø  Hasil Akhir
Merupakan proses finalisasi hasil dari sebuah produksi siaran yang mana hasil tersebut  memang sudah benar-benar layak untuk On Air atau layak siar.

Ø  On Air
Proses penyiaran hasil produksi siaran  melalui stasiun penyiaran.